Disdik Kota Bandung Akan Perketat Sweeping Handphone
Ditulis pada Jumat, 12 Maret 2010 | Kategori:
Artikel | Dilihat 278 kali
Pradipta Nugrahanto - detikinet

Bandung - Kasus penggunaan telepon selular sebagai media penyebaran kunci jawaban membuat Dinas Pendidikan Kota Bandung memperketat pengawasan handphone.
Hal ini dituturkan oleh Kadisdik Kota Bandung Oji Mahroji ketika dihubungi wartawan melalui telepon Kamis (11/3/2010). "Saat dimulai ujian siswa dilarang membawa handphone dan tas ke ruang ujian," paparnya.
Ditambahkan Oji, pelarangan handphone dikarenakan banyaknya kebocoran jawaban lewat sms. "Kenapa handphone dilarang, karena tahun lalu banyak kebocoran lewat sms yang diragukan kebenarannya," imbuhnya.
Siswa dihimbau agar tidak percaya pada sms atau obrolan tentang bocoran soal karena akan menyesatkan. "Jika ada siswa yang bawa handphone atau rumus kunci jawaban bisa dikenakan teguran hingga dikeluarkan," ujarnya.
Oji menambahkan, evaluasi tahun lalu masih ada siswa yang menyembunyikan handphone. "Karenanya sekarang pengawasan akan diperketat," ujarnya.
Namun begitu, pihak Disdik mengaku kesulitan karena sms kunci jawaban biasa beredar beberapa jam sebelum pelaksanaan UN.
"Masalahnya biasanya sms gelap itu sudah beredar sejak subuh jauh sebelum pelaksanaan ujian yang pukul 08.00 WIB. Jadi kita agak kesulitan," tandas Oji.